Jumat, 31 Maret 2017

Belajar Dari Berbagai Hal Yang Terjadi






Setiap peristiwa yang terjadi, didalamnya mengandung sebuah pelajaran yang berguna bagi setiap orang yang berharap  untuk mendapat pelajaran dari pengalaman dalam hidup, dan yang berhasrat untuk menjadi seorang murid. Bukan hanya berguna bagi orang yang saleh, tapi juga mereka yang tidak percaya. Semua dapat belajar dari apa yang terjadi diatas dunia.
Waktu Raja Xerxes membaca buku sejarah, yang mencatat masa pemerintahannya, jiwanya terpengaruh oleh apa yang ia baca. Dan itu ternyata menjadi alasan bagi keselamatan seluruh rakyatnya. (Ester 6). Peristiwa-peristiwa mengilhami perasaan tertentu, yang memimpin pada aksi tuntunan rohani dalam mereka yang terpengaruh darinya. Saya ingin agar kita juga dapat membayangkan bagaimana tangan Allah bertindak dalam semua hal yang terjadi pada kita, dan sekitar kita, sebagai individu dan sebagai kelompok.
Kita dapat belajar tentang Allah dengan melihat bagaimana Ia bertindak, bagaimana dan kapan Ia campur tangan, bagaimana Ia mengubah dari jelek menjadi baik, dan bagaimana Ia menata peristiwa-peristiwa dunia dalam hikmat, mengombinasikan kekebasan yang Ia berikan kepada manusia, dengan ketetapan Ilahi, yang mengatur keadilan di bumi.
Kita dapat belajar pelajaran-pelajaran dari perlindungan dan perhatian Allah, dari keadilan Allah, dan dari kesabaranNya. Nabi Daud menuliskan kejadian-kejadian yang terjadi pada masanya. Ia mengidungkan tentang kejadian itu dalam Mazmur-Mazmur. Dan lagu kebangsaan Israel dalam Kitab Jashar. (2 Sam. 1:18), dan lihat juga, (Yosua 10:13). Ini adalah pelajaran-pelajaran bagi manusia, seperti kejadian-kejadian yang Yosua kidungkan.
Jadi pikirkan, dan meditasikan semua hal yang terjadi padamu.
Belajar dari pengalaman-pengalaman ini, dan taruh pelajaran-pelajaran dalam hatimu,  seperti yang diceritakan tentang Perawan Maria, bahwa Ia”…menyimpan semua hal ini dalam hatinya.” (Lukas 2:51). Dan jangan lupa peringatan-peringatan yang telah diberikan kepadamu ini, karena peringatan itu seperti peringatan khusus yang dibuat Tuhan Allah untuk kejadian-kejadian khusus, dengan maksud agar manusia tidak melupakan mereka, seperti batu-batu yang mereka taruh di tengah sungai Yordan, sehingga orang-orang Israel tidak akan melupakan batu itu yang suatu kali terbelah membuat mereka dapat menyebrang (Yosua 4:9).
Ada cerita tentang menyebrangi Laut Merah, dan cerita tiga anak muda didalam dapur api, yang Gereja masukkan dalam doa tengah malam, sehingga kita mengidungkan mereka setiap hari, dan dapat belajar dari satu pelajaran dalam iman, dan satu pelajaran dalam bagaimana Allah memperhatikan dan melindungi. Dan ada, tentunya, cerita-cerita lain selain dua cerita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar