Setiap peristiwa yang
terjadi, didalamnya mengandung sebuah pelajaran yang berguna bagi setiap orang
yang berharap untuk mendapat pelajaran
dari pengalaman dalam hidup, dan yang berhasrat untuk menjadi seorang murid.
Bukan hanya berguna bagi orang yang saleh, tapi juga mereka yang tidak percaya.
Semua dapat belajar dari apa yang terjadi diatas dunia.
Waktu Raja Xerxes
membaca buku sejarah, yang mencatat masa pemerintahannya, jiwanya terpengaruh oleh
apa yang ia baca. Dan itu ternyata menjadi alasan bagi keselamatan seluruh
rakyatnya. (Ester 6). Peristiwa-peristiwa mengilhami perasaan tertentu, yang
memimpin pada aksi tuntunan rohani dalam mereka yang terpengaruh darinya. Saya
ingin agar kita juga dapat membayangkan bagaimana tangan Allah bertindak dalam
semua hal yang terjadi pada kita, dan sekitar kita, sebagai individu dan
sebagai kelompok.
Kita dapat belajar
tentang Allah dengan melihat bagaimana Ia bertindak, bagaimana dan kapan Ia
campur tangan, bagaimana Ia mengubah dari jelek menjadi baik, dan bagaimana Ia
menata peristiwa-peristiwa dunia dalam hikmat, mengombinasikan kekebasan yang
Ia berikan kepada manusia, dengan ketetapan Ilahi, yang mengatur keadilan di
bumi.
Kita dapat belajar
pelajaran-pelajaran dari perlindungan dan perhatian Allah, dari keadilan Allah,
dan dari kesabaranNya. Nabi Daud menuliskan kejadian-kejadian yang terjadi pada
masanya. Ia mengidungkan tentang kejadian itu dalam Mazmur-Mazmur. Dan lagu
kebangsaan Israel dalam Kitab Jashar. (2 Sam. 1:18), dan lihat juga, (Yosua
10:13). Ini adalah pelajaran-pelajaran bagi manusia, seperti kejadian-kejadian
yang Yosua kidungkan.
Jadi pikirkan, dan
meditasikan semua hal yang terjadi padamu.
Belajar dari
pengalaman-pengalaman ini, dan taruh pelajaran-pelajaran dalam hatimu, seperti yang diceritakan tentang Perawan
Maria, bahwa Ia”…menyimpan semua hal ini dalam hatinya.” (Lukas 2:51). Dan
jangan lupa peringatan-peringatan yang telah diberikan kepadamu ini, karena
peringatan itu seperti peringatan khusus yang dibuat Tuhan Allah untuk
kejadian-kejadian khusus, dengan maksud agar manusia tidak melupakan mereka,
seperti batu-batu yang mereka taruh di tengah sungai Yordan, sehingga
orang-orang Israel tidak akan melupakan batu itu yang suatu kali terbelah
membuat mereka dapat menyebrang (Yosua 4:9).
Ada cerita tentang
menyebrangi Laut Merah, dan cerita tiga anak muda didalam dapur api, yang
Gereja masukkan dalam doa tengah malam, sehingga kita mengidungkan mereka
setiap hari, dan dapat belajar dari satu pelajaran dalam iman, dan satu
pelajaran dalam bagaimana Allah memperhatikan dan melindungi. Dan ada,
tentunya, cerita-cerita lain selain dua cerita ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar