DOA
UNTUK ORANG MATI
Dalam Gereja Orthodox
Kalender Gereja kita
menyelenggarakan banyak kesempatan untuk kita melihat kenyataan dari kematian:
Jumat Agung. Hari Minggu: Paskah kecil – perayaan kemenangan KRISTUS atas
kematian.
Sabtu jiwa-jiwa adalah
perayaan khusus dalam kalender Gereja setiap tahun yang diselenggarakan, untuk
kita hadapai kenyataan kematian. Misalnya dua Sabtu jiwa-jiwa sebelum puasa
agung dan satu Sabtu sebelum Pantekosta. Pada hari Sabtu ini Liturgi Suci
dirayakan dan doa khusus untuk orang-orang yang kita cintai, namun telah
meninggal.
Kita berdoa untuk orang
mati khususnya setiap Sabtu karena pada hari sabbat KRISTUS berbaring dikubur,
“Istirahat dari semua karyaNya dan hancurkan kematian oleh kematian”. Jadi
didalam Perjanjian Baru, hari Sabtu menjadi hari khusus untuk mengenang
orang-orang yang telah meninggal dan mendoakan mereka.
Ada dua pertanyaan
tentang praktek mendoakan orang mati yang dimiliki oleh kaum Orthodox ini:
1.
Apa sebab kita mendoakan orang mati?
2.
Apa yang kita harapkan dari doa-doa ini?
Apa sebab kita mendoakan orang mati?
Kekristenan adalah
kehidupan karena kasih. Mendoakan orang yang telah meninggal adalah pernyataan
kasih. Kita mohon kepada ALLAH untuk mengingat orang-orang kita yang telah
meninggal, karena kita mengasihi mereka. Gereja mendorong kita untuk expresikan
kasih kita kepada mereka yang telah meninggal melalui perayaan peringatan dan
doa-doa.
Hari ulang tahun
kematian dari seorang yang kita kasihi membuat kita ingat dan sangat sedih.
Gereja dorong kita untuk hadapi kesedihan ini dengan upacara peringatan yang
dilakukan Gereja pada hari peringatan kematian untuk orang yang kita kasihi
namun telah meninggal.
©
Peringatan hari ketiga setelah kematian,
©
Peringatan hari kesembilan setelah
kematian,
©
Peringatan 40 hari setelah kematian,
©
Peringatan 6 bulan setelah kematian,
©
Peringatan 1 tahun setelah kematian.
Inilah kesempatan untuk
berbuat sesuatu bagi mereka yang kita kasihi. Ini sangat membantu untuk
menyembuhkan kesedihan kita.
Kematian menghilangkan
seseorang dari penglihatan kita, tapi tidak bisa menghilangkannya dari hati dan
pikiran kita. Kita meneruskan kasih dan pikiran kita pada mereka karena kita
percaya bahwa mereka juga terus mengasihi dan memikirkan kita.
Bagaimana mungkin
seorang ibu lupa akan anaknya yang beralih pada hidup lain? Karena dalam
KRISTUS semua hidup. Semua
komunikasi terjadi karena dan melalui KRISTUS. Tidak ada yang lain.
ALLAH adalah ALLAH yang
hidup. Orang yang kita kasihi hidup didalam Dia, hanya lewat Dia ada
kemungkinan bagi kita untuk berkomunikasi dengan mereka. Setiap Liturgi suci
didalam Gereja Orthodox berisi doa-doa untuk orang mati.
Kita berdoa untuk orang
mati, karena kita yakin, mereka juga terus mengasihi kita, ingat pada kita, dan
sekarang berdoa untuk kita karena mereka lebih dekat dengan Allah.
Contohnya: Perumpamaan
orang kaya yang di neraka meminta pada Abraham untuk mengirim Lasarus kepada
saudara-saudaranya yang masih ada di bumi, agar mereka tidak masuk ke tempat
dimana dia tinggal/rasakan sekarang ini.
Gereja Orthodox berdoa
untuk orang mati untuk expresikan bahwa semua orang yang sudah mati dalam
TUHAN, tinggal didalam Dia (Kol. 3:3).
Baik di bumi ataupun di
surga, Gereja adalah satu keluarga tunggal, satu tubuh dalam KRISTUS. Kematian
merubah tempat, tapi tidak bisa memutuskan ikatan kasih.
Apa yang kita harapkan dari doa-doa kita untuk orang mati?
Kita tunggu pengadilan
terakhir maka tidak berharap bahwa oleh doa-doa kita orang yang tidak percaya
keluar dari tempat siksaan kedalam paradiso. Hidup kita sekarang menunjukkan
tujuan akhir kita. Sekarang waktunya untuk kita bertobat dan menerima rahmat
ALLAH. Karena itu TUHAN bersabda: Bekerja selagi siang karena malam akan
datang dan tidak ada orang yang akan bekerja. Siang berarti waktu sekarang,
saat itu masih ada kemungkinan untuk percaya, tulis Yohanes Krisostomus,
sementara malam adalah keadaan sesudah kematian.
Apa yang terjadi
didalam kuburan itu, seluruhnya ada pada ALLAH, orang beriman pasrahkan
hidupnya pada ALLAH. Baik juga bagi mereka untuk pasrahkan nasib mereka yang
sudah meninggal pada ALLAH yang kaya akan belas kasihan dan lebih tahu dengan
baik apa yang mereka butuhkan. Kita yakin bahwa doa-doa sungguh membantu kita
yang berdoa bagi orang-orang yang telah meninggal. Mereka mengingatkan kita
lagi bahwa kita juga akan meninggal dunia. Doa untuk orang mati meneguhkan iman
kita akan hidup yang akan datang; mereka tolong kita untuk berharap akan belas
kasihan ALLAH: mereka membangun kasih bersaudaraan diantara mereka yang masih
hidup. Doa ini siapkan kita untuk akhir perjalanan kita dimana kita akan
bersatu dengan orang-orang kita yang telah meninggal dan bimbing kita kedalam
kehadiran ALLAH.
Doa ini mengingatkan
kita bahwa sekarang adalah saatnya untuk perkembangan moral dan penyempurnaan,
untuk iman, pertobatan dan kasih. Inilah saatnya untuk mencari mahkota
kebenaran yang mana TUHAN, hakim yang benar, akan hadiahkan pada mereka yang
telah melakukan perjuangan baik, menghadiri pertandingan dan tetap percaya.
Satu Kebiasaan Yang Penuh Arti
Adalah kebiasaan
Orthodox untuk membawa Colyva, gandum
yang telah direbus ke dalam Gereja untuk Upacara Peringatan. Gandum expresikan
kepercayaan akan kehidupan kekal. YESUS KRISTUS bersabda: “Jika biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji
saja, tetapi jika ia mati ia akan menghasilkan banyak buah”(Yoh. 12:24).
Sama seperti hidup baru tumbuh dari gandum yang ditanam ditanah, demikian juga
orang yang ditanam, pada suatu hari akan bangkit untuk satu kehidupan baru
bersama ALLAH.
Gandum ditutup dengan
gula untuk menunjukkan manisnya hidup kekal bersama ALLAH di surga. St. Paulus
menuliskan bahwa, “Demikianlah pula
halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan
dalam ketidakbinasaan……” (I Kor. 15:42-44).
Upacara doa peringatan
membenarkan kenyataan dari kematian fisik dan juga kenyataan kebangkitan ke
dalam hidup kekal memainkan peranan yang penting dalam penyembuhan kesedihan
orang-orang Orthodox.
Nama orang-orang yang
sudah meninggal diingat dalam doa pada setiap perayaan Liturgi. Nama diberikan
kepada Imam kalau di kehendaki, tidak hanya yang mati, tapi juga nama-nama yang
hidup.
Daftar dibuat dua
kolom:
-
Orang hidup
-
Orang yang tidur dalam TUHAN
Daftar ini diberikan
kepada Imam sebelum Liturgi.
Pada peringatan hari
Sabtu, kidung Liturgis dan doa-doa untuk semua orang mati. Namun, doa litany
khusus untuk orang-orang mati yang namanya diberikan kepada Imam oleh anggota
Paroki.
*
* * * * * *

Tidak ada komentar:
Posting Komentar